50 Tips Traveling Paling Penting

Posted on | 2 Comments

1. Tentukan Jadwal Packing, Jangan Mepet

Liburan yang nyaman dimulai dari packing yang sempurna. Jika sudah menentukan tanggal keberangkatan, segera tentukan waktu untuk packing. Jangan terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan.
Butuh cukup waktu untuk packing yang benar, agar bisa lebih santai dan tak ada barang penting yang terlewat untuk dibawa. Tentunya tidak asyik jika sudah tiba di tempat tujuan, kemudian baru menyadari ada barang yang tertinggal karena packing terburu-buru.

2. Buat Daftar Barang Bawaan

Saat packing, buatlah daftar barang apa saja yang akan dibawa. Tulis di buku atau notes di ponsel agar tak mudah hilang. Kalau bingung, kamu bisa mencari contoh barang apa saja yang harus dibawa di internet.
Kamu bisa juga bertanya kepada teman yang sudah pernah pergi ke detinasi tujuan yang sama. Mintalah saran apa saja yang perlu dan tidak perlu dibawa.

3. Bawa Barang Sesuai Destinasi

Ingat selalu untuk membawa barang dan keperluan sesuai dengan destinasi. Kalau ada barang yang belum dimiliki, kamu bisa membeli dahulu atau meminjam milik teman.
Misalnya kamu mau liburan ke Eropa di kala musim dingin, jangan menunda untuk membeli jaket yang tebal. Perhatikan juga soal steker listrik di negara tujuan. Kalau beda, artinya kamu harus beli steker universal alias converter.

4.Ingat Aturan Zat Cair 100 Ml

Jika berencana naik pesawat tapi ingin membawa toiletries ke kabin, sebaiknya siapkan dalam kemasan 100 ml. Benda cair seperti parfum, lotion, sabun, serta perlengkapan mandi atau cairan lainnya boleh dibawa ke kabin asal tidak lebih dari 100 ml.
Dengan membawa cairan sesuai ketentuan yang ada, kamu akan lebih cepat melewati proses pemeriksaan di bandara. Jalan-jalan pun bakalan lebih nyaman.

5. Cara Jitu Memasukan Barang ke Koper

Packing ada seninya. Gulunglah baju dan celana, ini akan lebih efisien dari pada sekadar ditumpuk. Teknik melipat baju selang-seling dengan baju lain, bisa menjadi alternatif selain digulung, agar tidak kusut.
Barang yang paling terakhir dibutuhkan ada di bagian bawah koper atau ransel. Sedangkan barang paling dibutuhkan ada di bagian atas koper atau ransel.
Manfaatkan ruang kosong di koper untuk menyelipkan benda kecil, atau masukan benda kecil ke dalam sepatu dan barang lain yang berongga. Cek ulang daftar barang agar tidak ada yang terlupa. Jangan taruh barang berharga di koper atau ransel yang masuk ke bagasi pesawat.

6. Taruh Makanan di Bagian Atas Tas

Tak jarang traveler membawa makanan saat perjalanan panjang menuju destinasi liburan. Kalau ingin membawa makanan di ransel atau tas tenteng yang tak masuk bagasi, letakkan di bagian atas agar mudah diambil.Jadi saat lapar dan ingin makan cemilan, kamu tak perlu repot membongkar seisi tas hanya untuk mengambil makanan. Lebih menghemat waktu serta tenaga.

7. Bawa Tas Kosong Untuk Cadangan

Buat traveler yang hobi belanja, siapkan paling tidak sebuah tas kosong. Tas akan berguna untuk membawa barang belanjaan yang tak muat lagi diletakkan dalam tas utama. Sebaiknya tas cadangan ini berukuran besar namun bahannya fleksibel, sehingga bisa dilipat jadi kecil dan mudah dibawa.
Selain untuk barang belanjaan, tas cadangan juga berguna jika tiba-tiba tas utama kamu rusak atau hilang. Kalaupun tak digunakan sampai akhir perjalanan, mungkin ada teman yang membutuhkan dan bisa kamu pinjamkan.

8. Bawa Obat-obatan

Ada pepatah, sedia payung sebelum hujan. Bawalah obat-obatan pribadi saat packing untuk traveling. Kita tidak pernah tahu apakah akan sakit atau tidak saat liburan. Oleh sebab itu, bawalah obat-obatan yang sering kamu pakai untuk jaga-jaga.
Di tempat yang kita datangi, belum tentu obat-obatan yang kita butuhkan tersedia. Akan jauh lebih baik untuk membawa obat-obatan dari rumah. Ya, tidak ada salahnya untuk jaga-jaga.

9. Susun Itinerary Perjalanan yang Benar

Sebelum berangkat traveling, ada baiknya jika membuat itinerary terlebih dulu agar perjalanan lebih efisien dan lebih terarah. Coba disusun, berapa lama waktu liburan, dan berapa destinasi yang bisa didatangi. Destinasi yang berdekatan bisa dikumpulkan agar bisa dikunjungi sekalian. Susun rute yang terarah dari satu tempat ke tempat lain dengan berurutan dan tidak bolak-balik.

10. Reminder Waktu Keberangkatan

Saat hari keberangkatan, adalah krusial. Buatlah reminder di ponsel agar kamu mendapat notifikasi waktu keberangkatan. Ingat-ingat tanggal berapa kamu berangkat, kemudian jam berapa jadwal kereta dan pesawat. Dari situ, perhitungkan betul waktu yang dibutuhkan dari rumah menuju bandara atau stasiun kereta.

11. Dokumen Penting, Jangan Lupa!

Paspor, print out booking tiket pesawat atau kereta, serta print out booking hotel adalah sebagian dokumen penting yang kita bawa saat traveling. Jangan sampai ketinggalan. Oleh sebab itu, cek kembali dokumen-dokumen kamu minimal sekali sebelum berangkat. Daripada sudah sampai bandara atau stasiun kereta dan malah menyesal kemudian karena kelupaan.

Kalau perlu, kumpulkan semua dokumen dalam satu tempat. Simpan di tempat yang mudah diingat dan dijangkau di dalam ransel.

12. Tukar Uang Sebelum ke Luar Negeri

Demi kenyamanan saat traveling ke luar negeri, sangat disarankan untuk menukarkan rupiah sebelum keberangkatan. Walau sudah ada kartu kredit, namun uang tunai lokal tetap penting untuk pegangan.

Tidak disarankan membawa rupiah ke luar negeri karena nilai tukarnya kecil. Bawalah dollar AS atau mata uang negara tujuan kamu. Lagipula jika menukarkan uang di dalam negeri, traveler bisa mendapat harga yang lebih kompetitif.

13. Datang Awal ke Bandara atau Stasiun

Lebih baik datang awal ke bandara atau stasiun, daripada terlambat. Waktu dan jarak ke bandara atau stasiun harus diperhitungkan betul.

Maksimal kamu harus tiba 2 jam sebelum waktu keberangkatan internasional. Dari situ ditambah lagi dengan waktu tempuh dari rumah, risiko macet harus jadi pertimbangan juga. Ujungnya, kamu mesti berangkat dari rumah 2-4 jam sebelum keberangkatan untuk amannya. Lebih baik menunggu ketimbang terlambat.

14. Web Check-in Lebih Praktis

Jika traveling menggunakan pesawat, jika dimungkinkan pastikan kamu melakukan web check-in terlebih dulu. Biasanya hampir setiap maskapai besar memiliki jasa web check-in yang memudahkan traveler. Jika sudah check-in, tentunya traveler akan lebih santai.
Namun perlu diingat, kadang ada maskapai yang mengharuskan traveler untuk melakukan web check-in dua hari sebelum hari H. Traveler pun harus mengerti aturan web check-in dari tiap maskapai yang berbeda-beda.

15. Jangan Terlena Saat Transit di Bandara

Beberapa penerbangan mengharuskan kita transit di bandara sebelum melanjutkan perjalanan. Terkadang, transit pun bisa beberapa jam lamanya.

Saat transit, kamu bisa berjalan-jalan di sekitar bandara. Namun ada banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, pastikan dulu dimana gate keberangkatan kita selanjutnya. Seberapa jauhnya gate itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Dari situ kamu bisa mengukur sampai sejauh mana kamu bisa menjelajah bandara. Jangan sampai keasyikan main dan menikmati fasilitas bandara, lalu kamu lupa boarding ke pesawat.

16. Cek Kamar Hotel Saat Baru Tiba

Begitu sampai di kota tujuan dan tiba di kamar hotel, jangan langsung melempar tubuh ke kasur dan istirahat. Baiknya, kamu langsung mengecek seluruh pojok kamar.
Lihat ada apa di balik tirai, di kolong kasur dan di dalam lemari. Cek semua fasilitas hotel mulai dari AC, kulkas, TV, keran air, flush toilet. Pastikan semua berfungsi. Kalau menemukan sesuatu yang tidak beres, kamu bisa langsung minta pindah kamar.

17. Selalu Kunci Pintu Kamar Hotel

Keamanan adalah hal yang paling utama. Maka dari itu, selalu kunci pintu kamar meski kamar itu tak bisa dibuka dari luar.
Tetap saja, jika ada yang punya akses ke kamar kamu, bisa saja ia membukanya dengan mudah. Satu lagi tips paling ampuh, selalu gunakan kunci tambahan yang ada di balik pintu.

18. Jangan Umbar Nomor Kamar

Kejahatan bisa terjadi di mana saja. Salah satu cara meminimalisirnya adalah dengan tidak menarik perhatian para penjahat.
Hal yang mungkin tak kamu sadar memancing kejahatan adalah mengumbar nomor kamar hotel. Mungkin kamu men-sharenya di media sosial atau menyebutkannya di tempat umum. Hati-hati, itu bisa memancing orang jahat mengunjungi kamarmu. Ngeri!

19. Optimalkan Sarapan di Hotel

Jika menginap di hotel yang memberikan sarapan gratis, kamu memanfaatkan itu mulai mengisi nutrisi tubuh sampai menghemat biaya makan menjelang siang hari.

Bukan sekadar makan sekenyang-kenyangnya, tapi perhatikan asupan sarapan mulai karbohidrat sampai yang mengandung vitamin C. Sarapan yang tepat bisa jadi bekal tenaga kamu menjelajah kota di siang hari.
Sembari sarapan, bawa serta beberapa makanan yang bisa disimpan. Buah, roti dan pastry bisa disimpan dalam tas yang akan dibawa jalan-jalan dan menghemat uang untuk makan siang. Namun ingat, ambil secukupnya saja. Tidak sopan jika mengambil buah atau pastry terlalu banyak.

20. Ambil Barang Komplimen, Ya Atau Tidak?

Di dalam kamar, biasanya ada beberapa barang komplimentari. Seperti sabun, shampo, sampai sandal hotel. Ada yang suka membawanya, ada juga yang membiarkannya di hotel.
Tak masalah membawa barang ini. Asal, tidak sembarangan membawa. Karena ada barang yang gratis, ada pula yang tidak. Sandal gratis, tapi handuk tidak gratis. Jika kamu membawanya, bisa-bisa kena biaya tambahan lho!

21. Jangan Asal Taruh Barang di Kamar Hotel

Tidak jarang traveler ketinggalan barang di kamar hotel. Ini lantaran selama menginap, mereka menaruh barang bertebaran seenaknya.
Kamu bisa pilih satu spot, misal di samping TV, untuk menggelar barang-barang. Kalau barang tidak tersebar, membereskannya pun nantinya mudah. Kamu bisa langsung memasukkannya lagi ke dalam koper. Gampang kan?

22. Cari Tahu Kapan Check Out

Tidak semua hotel memiliki waktu check out yang sama. Ada yang lebih cepat dari pukul 12.00 ada yang lebih lama dari waktu tersebut. Maka dari itu, cari tahu ya!
Karena jika tidak, kamu akan dikenai biaya tambahan menginap. Ada yang menambahkan setengah harga, ada pula yang menambahkan harga penuh menginap satu malam. Daripada merugi, pastikan kamu tahu kapan waktu check out di tempat kamu menginap.

23. Alokasi Bujet Buat Belanja

Kalau memang mau belanja saat traveling, artinya sejak awal sudah menyiapkan bujet untuk itu. Jangan berlebihan ketika belanja, cek juga harga standar dari barang yang diincar sebelum berangkat traveling.
Kalau sekadar untuk kebutuhan sendiri, kamu tidak belanja terlalu banyak. Namun kalau mau borong oleh-oleh, apalagi kalau dititipi barang segala macam oleh teman dan saudara, artinya kamu harus siapkan bujet lebih.

24. Buat Daftar Belanja

Kalau berencana membeli oleh-oleh, coba disusun daftarnya. Suvenir dan makanan apa yang mau dibeli dan buat siapa. Mungkin terdengar sepele, namun penting untuk traveler yang cukup pelupa.

Selain untuk pengingat, daftar belanjaan juga berguna untuk mengecek ulang kesesuaian barang yang kita beli dengan daftar yang ada. Jika kurang atau lebih, pun bisa tercatat. Apalagi jika disertai dengan harganya, tentu itu akan makin baik karena bisa juga untuk menghitung pengeluaran belanja saat traveling.

25. Jangan Kalap Belanja

Ketika berbelanja, jangan lupa kontrol diri sendiri. Jangan kalap ketika berbelanja. Ingat, sesuaikan belanja sesuaikan dengan kebutuhan, jangan sampai berlebihan.
Jangan sampai ketika melihat tanda diskon bertebaran, traveler jadi kalap dan langsung membeli semuanya. Jangan pula tergiur harga murah, lalu membeli suatu barang, padahal ternyata kita tidak butuh barang tersebut.

26. Jurus Jitu Menawar

Jika berbelanja di pasar tradisional, usahakan untuk menawar barang yang traveler taksir. Ada jurus yang berlaku sedunia: berapapun angka yang disebut penjual, langsung kurangi 50-70 persen. Dari situ penjual akan mengajukan harga baru dan kita akan tarik ulur untuk mendapatkan harga yang terbaik.
Tetapi ingat, jangan terlalu sadis menawarnya. Pikirkan juga margin keuntungan si pedagang. Kalau dia sama sekali tidak mau melepas barang, artinya karena marginnya terlalu kecil. Selanjutnya, jurus pura-pura pergi bisa jadi penentu harga terakhir.

27. Tawar Pakai Bahasa Lokal

Jika keluar negeri atau keluar kota, selain harus menawar barang yang akan traveler beli ketika berbelanja, bisa juga dengan merayu sang penjual menggunakan bahasa lokal. Tujuannya tentu saja agar diberi harga yang sedikit lebih miring.

Biasanya ketika menawar dengan menggunakan bahasa lokal, sang penjual akan merasa lebih nyaman dan memberi kepercayaan lebih kepada traveler. Trik ini sudah terbukti berhasil. Itu juga menunjukkan traveler punya usaha lebih dengan belajar bahasa lokal agar komunikasi dengan sang penjual jadi lebih lancar.

28. Bawa Kantung Belanja Sendiri

Kebijakan untuk mengurangi sampah plastik perlu didukung, dengan semangat green traveling. Bawa kantung belanja sendiri ketika hendak berbelanja. Baik itu ke pasar tradisional atau pun ke supermarket.

Beberapa supermarket di luar negeri seperti Jerman sudah tidak menyediakan kantung plastik. Jadilah traveler yang cinta terhadap lingkungan dengan cara menjalankan diet plastik.

29. Ingat Kapasitas Koper

Jangan lupa dengan kapasitas koper, karena keasyikan berbelanja. Hati-hati dengan kemungkinan overweight alias kelebihan muatan koper ketika pulang dengan menggunakan pesawat.

Pulang belanja, bisa-bisa kamu bingung bagaimana cara memasukan semua barang belanjaan ke dalam koper. Apalagi kalau kamu tidak memiliki tas cadangan, pasti repot kan.

30. Menjaga Tas di Tempat Umum

Ketika sedang menjelajahi suatu destinasi, pastikan kamu menjaga keamanan semua barang. Pastikan resleting tas yang tertutup rapat dan kalau perlu pakai tas ransel di depan badan kala sedang ramai orang.

Sebaiknya, masukan juga barang-barang seperti dompet dan ponsel ke dalam tas. Jangan menaruhnya di saku karena mudah dicopet. Tentu kita tidak mau, traveling yang harusnya bersenang-senang malah jadi duka saat barang-barang berharga hilang.

31. Ekstra Hati-hati Berkendaraan

Kalau kamu menyewa kendaraan seperti mobil dan motor, ingatlah untuk memperhatikan lalu lintas. Berkendara di luar negeri, harus siap-siap dengan rambu dan aturan lalu lintas yang berbeda.

Mengendarai mobil atau motor saat traveling harus waspadai dua kali. Pertama waspada dengan cara menyetir kita sendiri dan mematuhi rambu lalu lintas. Kedua, waspada dengan kelakukan pengguna jalan lain. Terkadang kita sudah hati-hati, malah warga lokal yang sembrono.

32. Jurus Anti Nyasar

Kadang saking asyiknya jalan-jalan, kita lupa jalan pulang. Tadi lewat mana ya, belok ke kanan atau kiri, atau jalan terus atau belok setelah perempatan lampu lalu lintas?

Agar tidak tersasar, cari patokan bangunan, mini market atau bangunan lain yang mudah diingat dari dan menuju satu tempat. Aplikasi peta di gadget sudah pasti akan membantu kita menjelajah destinasi.

33. Waspada Copet!

Saat traveling, ada baiknya kita lebih waspada. Traveling memang bertujuan untuk bersenang-senang, namun jangan sampai kita jadi incaran orang jahat. Copet bisa beraksi dengan berbagai modus.

Perhatikan situasi sekitar, jangan pakai perhiasan mencolok, jangan sedikit-sedikit memamerkan gadget. Waspada di tengah keramaian orang. Tahu situasi kapan harus mengeluarkan dompet atau ponsel. Liburan bukan artinya kita menjadi lengah.

34. Jaga Tata Krama

Saat traveling, kita harus menjaga tata krama. Bukan tidak mungkin kita berkomunikasi dengan warga lokal, sekadar bertanya arah jalan, membeli makan atau minum, atau sama-sama mendatangi sebuah tempat.

Bersikaplah sopan, santun, mematuhi aturan dan menjaga lisan. Lain padang, lain belalang. Hal yang biasa di tempat asal kita, bisa jadi tidak sopan bagi warga setempat.

35. Jangan Malu Bertanya

Malu bertanya sesat di jalan, kalimat tersebut benar adanya. Kadang kita malu untuk bertanya lokasi atau tempat tujuan kepada orang lain, entah merasa takut atau merasa tidak enak saat traveling. Akibatnya, siap-siap tersesat di jalan dan banyak waktu terbuang.

Jangan malu untuk bertanya ketika kita sedang kesusahan. Pilih bahasa yang sopan dan jangan lupa untuk ucapkan terimakasih saat bertanya. Manusia itu mahluk sosial, pasti membutuhkan manusia lain. Jadi, jangan malu bertanya ya!

36. Coba Patuhi Itinerary

Saat sedang traveling, sebelumnya pasti kita sudah menyiapkan itinerary atau rencana perjalanan. Baik secara detil atau garis besar, jadwal tersebut dibuat agar waktu yang kita punya waktu yang cukup untuk menikmati suatu destinasi.

Oleh karena itu, patuhilah jadwal perjalanan. Jangan terlalu lama di suatu tempat, karena kamu akan menuju tempat lainnya. Atau jangan terlambat sampai ke tempat tujuan, agar kita punya waktu yang banyak untuk menikmati destinasinya. Mencoba mengikuti itinerary, sangat penting saat kita jalan-jalan.

37. Nikmati Momen, Tunda Main Gadget

Nikmatilah semua momen saat kita traveling. Rasakan udaranya, keramaian orangnya, bentangan alam yang cantik dan adat budaya yang menarik. Setiap detiknya adalah pengalaman yang seru, jadi jangan sampai terlewati begitu saja.

Salah satu cara untuk menikmati momen traveling dengan maksimal, adalah dengan melepas gadget. Tunda dulu waktu untuk posting di media sosial, saatnya kita jelajah lebih dalam destinasinya. Kalau mau posting, bisa nanti malam saja di penginapan.

38. Cari Makanan Khas

Traveling ke sebuah destinasi tak lengkap tanpa mencicipi makanan khas yang ada di sana. Baik dalam maupun luar negeri, coba cari informasi terlebih dahulu makanan khas apa saja yang bisa Anda temukan di destinasi tujuan.

Meski negaranya sama, makanan khas di tiap kota biasanya berbeda. Blusukan ke Jawa Tengah misalnya, kamu bisa mencicipi gudeg serta oseng-oseng mercon di Yogyakarta kemudian saat melipir ke Solo, bisa mencicipi tengkleng legendaris di dekat Pasar Triwindu.

39. Berbagi Wisata Kuliner dengan Teman

Lebih banyak teman traveling, lebih menguntungkan bagi kamu yang sedang berwisata kuliner. Kamu dan teman-teman bisa membeli makanan berbeda, kemudian saling mencicipi rasanya. Lebih murah dan menyenangkan!

Misal, kamu dan teman-teman mengunjungi pasar malam di Bangkok. Kamu bisa membeli tom yum sementara teman-temanmu membeli pad thai, mango sticky rice, atau banana crepes.

40. Wisata Kuliner Sesuai Jam Makan

Tidak semua wisata kuliner dijual sepanjang hari. Ada yang muncul hanya pagi, siang atau malam hari. Misal saat berkunjung ke Palembang, kamu bisa jadikan pempek sebagai sarapan layaknya warga lokal.

Untuk makan siang, kamu bisa mencicipi tekwan dan ketika malam, jangan lupa mampir ke Martabak Har yang terkenal. Semangkuk es kacang merah bisa mengobati hawa panas usai makan siang, atau sore hari sebelum kamu makan malam.

41. Tanya Harga Sebelum Beli Makanan

Sebelum berwisata kuliner pastikan kamu menanyakan harga makanan sebelum membeli. Hal ini untuk mencegah supaya kamu tidak dibohongi penjual makanan. Maklum saja, terkadang turis digetok harga lebih mahal dari pada warga lokal.

Jadi, ketika kamu berminat dengan suatu makanan atau restoran, jangan langsung duduk dan memesan. Tanya dulu berapa harganya, kalau dimahalkan, jangan ragu untuk pergi ke tempat lain.

Jangan sampai kita ditipu gara-gara makanan. Rasanya tidak seberapa, uang kita malah habis. Waspada ya!

42. Cari Night Market

Banyak kota besar di dunia yang punya night market, alias pasar malam. Taipei di Taiwan misalnya, atau Chiang Mai di Thailand, punya night market yang digelar setiap malam. Pasar malam juga bisa jadi lokasi tepat untuk berwisata kuliner khas setempat.

Di night market Kota Taipei misalnya, kamu bisa mencicipi Oyster Omelette yang terkenal nikmat. Di night market Chiang Mai, kamu bisa mencicipi banana crepe atau aneka sate seafood yang menggugah selera.

43. Cari Tempat Makan Favorit Warga Lokal

Eat like a local. Warga lokal belum tentu makan di tempat yang sama dengan wisatawan. Ketika wisatawan berkerumum di destinasi wisata kuliner, warga lokal punya tempat lain untuk makan enak yang wisatawan tidak tahu.

Dengan bertanya, kamu bisa mencari tahu dimana biasanya warga setempat berburu kuliner. Misalnya saja di Cirebon, ketika wisatawan berkerumun di Nasi Jamblang di kawasan Gunung Sari, warga lokal diam-diam malah menikmati kuliner sedap di sepanjang Jl Lawanggada di malam hari.

44. Kiat Mencari Makanan Halal

Mencicipi aneka kuliner tak lantas jadi halangan untuk traveler Muslim. Hal yang perlu kamu lakukan adalah mencari informasi makanan halal sebelum berangkat. Caranya mudah, kamu bisa browsing mencari makanan khas atau restoran yang pasti halal di kota yang kamu datangi.

Beberapa negara seperti Jepang dan Korea Selatan punya situs dan buku panduan khusus traveler Muslim. Di dalamnya terdapat spot-spot wisata kuliner halal, begitu pula tempat-tempat ibadah seperti masjid dan musala.

45. Kiat Packing Menjelang Pulang

Packing sebelum pulang tidak kalah rumitnya dengan packing saat berangkat. Baisa jadi barang kamu jadi lebih banyak karena ditambah oleh-oleh. Oleh karena itu ada sejumlah kiat untuk packing pulang.
Aneka bungkus kemasan yang tidak perlu, bisa dibuang karena makan tempat. Barang yang bisa digulung atau dilipat, bisa dimasukan untuk mengisi rongga kosong di sepatu atau sela-sela koper. Barang pecah belah bisa dimasukan ke dalam baju agar terlindungi.

46. Menimbang Tas

Alangkah baiknya jika kamu memiliki alat penimbang tas agar kamu bisa menjaga agar tidak overweight. Namun jika tidak punya, hal itu bukan masalah. Karena ada prinsip dasarnya.

Koper berkapasitas 20 kg, jika terisi sangat penuh artinya memiliki berat mendekati 20 kg. Begitu juga koper 30 kg. Tinggal dicek saja, batas berat yang diizinkan maskapai dengan penampakan koper, masih kempes atau sudah kembung.

Cara terakhir adalah menitip timbang di konter check in yang kosong. Jika berlebih, segera pindahkan 1-2 barang yang paling berat ke tas ransel yang masuk kabin.

47. Habiskan Koin Sebelum Pulang

Koin mata uang asing biasanya tidak laku ditukar di Indonesia. Lebih baik dibelanjakan saja dengan makanan dan suvenir, atau ditukar menjadi uang kertas. Kecuali kamu kolektor uang asing, ya silakan saja dikumpulkan lebih banyak.

Selama traveling juga kita bisa menjaga agar koin tidak bertambah terus. Biasakan membayar dengan uang pas, untuk menjaga agar uang receh tidak memenuhi kantung celana.

48. Hitung Waktu Pulang dari Hotel

Jangan lupa untuk menghitung waktu pulang ke bandara atau stasiun dari hotel tempat menginap. Prinsipnya sama seperti berangkat, 2-3 jam sebelum keberangkatan, sudah harus meninggalkan hotel.

Pertimbangkan faktor kemacetan dan ketersediaan kendaraan umum di kota tersebut. Jangan sampai terlambat dan ketinggalan pesawat atau kereta.

49. Istirahat Cukup di Hari Terakhir

Karena euforia liburan, kita kadang sampai begadang justru di hari terakhir liburan. Tidak ada salahnya bersuka ria, namun pertimbangkan jadwal kepulangan, belum lagi urusan packing yang makan waktu.

Jika pulang pagi, artinya di hari terakhir kita tidak bisa jalan-jalan sampai larut malam. Jangan sampai juga kita melewatkan waktu tidur karena sibuk packing sampai tengah malam.

Akibatnya kita pulang dengan kondisi kelelahan. Atau paling gawat, ketiduran dan bangun terlambat di hari kepulangan. Bisa kacau deh!

50. Jangan Malas Bongkar Koper

Tips traveling yang terakhir adalah jangan malas bongkar koper. Badan lelah usai traveling, pasti kita lebih memilih untuk rehat dari pada membongkar koper sepulang liburan.

Boleh istirahat dulu, tapi lalu jangan menunda untuk membereskan koper. Ada pakaian kotor yang mesti masuk mesin cuci. Ada aneka oleh-oleh yang harus dicek kondisinya. Jangan sampai ada barang rusak di dalam koper hanya karena kamu terlambat membongkarnya.

Sumber : https://travel.detik.com/traveladdict/50traveltips/6669

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *